“…SERING MALU KARNA SUJUD, HANYA BILA TERTEKAN..”

Heloooo, lama banget rasanya ga buka buka lagi wordpress ini. Entah itu karna sibuk kerjaan kantor, atau sibuk urusan hati atau sibuk main sana sini. Intinya sih kesibukan duniawi banget. Walaupun sebenarnya sempat ada beberapa postingan yang masih ‘ngebangke’ di draft tapi rasanya biarlah itu tetap menjadi draft (udah ga sesuai ama isi hati saat ini soalnya 🙂 ). Kangen rasanya menulis lagi, cerita semaunya, dan bisa dibaca lagi anytime, lagipula kepuasannya berbeda dengan cerita ke manusia, dan mungkin ga akan ada juga orang yang baca tulisan ini hehe.

Baru kusadari, kehidupanku kemarin-kemarin terlalu duniawi, apalagi urusan hati. Mungkin karena kemarin-kemarin terlalu banyak porsi senangnya. Itu kali ya salah satu bentuk ujian yang Allah kasih, dan rasa rasanya ujian seperti itu aja aku belum bisa lolos. Astaghfirulloh. Pas udah sedih baru deh inget Allah. Astaghfirulloh. Ya Allah ampuni hambamu yang tak tahu diri ini. Kayak lagunya tulus yang liriknya begini,

“…SERING MALU KARNA SUJUD, HANYA BILA TERTEKAN..”

Kejadian yang sudah terjadi ga bisa dibalikin lagi sesuai kemauan kita, tapi kita bisa ambil positifnya. Bisa kita jadikan ajang untuk merefleksikan diri, ajang untuk berubah menjadi diri yang jauh lebih baik, ajang untuk belajar banyak hal tentang kehidupan. Kedewasaan itu bisa ditingkatkan lewat masalah masalah kehidupan kan?

Jujur setiap perpisahan pasti menyisakan kesedihan. Yah tapi inilah pilihanku, ini sebenarnya takdir yang bisa aku ubah sejak awal. Bukan takdir mutlak seperti rizki, mati dan jodoh. Every choice have its own risk. Berani memilih, berani dengan risikonya kan? Tapi Allah masih begitu baik sama hambanya ini. Disaat sedang sedih, dikasih banyak orang orang yang masih peduli.

Terharu rasanya. Benar-benar ngerasain what true friends is, they are always there for you in the best or the worst you are. In her/his own way. Seperti menerima dengan ikhlas kekonyolanku saat sedang ‘sakit’, mengerti saat mood ku sedang tidak baik,  mendengarkan dengan baik ceritaku, memelukku saat menangis, mengomeli kebodohanku, memberi nasihat yang suka ga penting, hingga laugh together for our sad story.

Aku cuma percaya bahwa “Sesuatu yang pergi itu adalah jalan terbaik yang Allah kasih, dan pasti diberikan pengganti yang jauh lebih baik”. Intinya sabar, akan indah pada waktunya. Sedekat apapun kalau memang bukan jodoh ga akan bersama, sejauh apapun kalau memang jodoh pasti akan bersama. Believe it! Allah always gives you the best things on His own way.

 

Advertisements

Author: Rizky Udhiyah >>> Life Puzzle

Indonesian | Bekasi | passionate about cooking especially sweet food, traveling, reading and watching | breads and banana lovers | dreaming to bring Indonesian traditional snacks to the world | dreaming, doing & believing | Try telling stories and sharing through a particle of ink that bundled in this blog. Please, enjoy it! Follow, comment, and let's blogging... :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s