Diperjuangkan atau diikhlaskan?

Halo kawan,

Banyak kejadian di hidup ini yang terjadi di luar kendali kita. Ketika kita sudah menetapkan ingin seperti ini atau jangan seperti ini, yang terjadi justru sebaliknya. Secara alamiah, semesta menciptakan jalannya sendiri tanpa kita sadari.

Di tengah jalan, kita justru baru tersadar, “Loh kok gini.”.. Apadaya, kita tak bisa kembali mengulang cerita dan membuatnya seperti yang kita mau layaknya film-film atau variety show itu. Kita harus tetap jalan ke depan, mencoba menciptakan jalan sendiri atau tetap mengikuti jalan yang semesta ciptakan secara alami. Walaupun ujung-ujungnya memang takdir yang memutuskan.

Pikiran yang rumit harus disederhanakan. Sesederhana semesta menciptakan jalan cerita.

Logika yang berbeda harus dileburkan menjadi satu jalan tengah yang terbaik.

Terbaik untukku, terbaik untuknya dan terbaik untuk kita.

Bolehkah aku memperjuangkan ini? Ataukah memang harus diikhlaskan (ketika berjuang saja belum)?

Haruskah aku menahannya untuk tidak pergi? Ataukah merelakan diriku yang pergi terlebih dahulu?

Atau

Biarkan saja begini, biar nanti semesta yang menuntun kita?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s