Donat Ubi Cilembu

Donat merupakan salah satu panganan sepanjang masa. Tak tergantikan kenikmatannya. Variasinya pun bermacam-macam, mulai dari basic dough-nya sampai varian toppingnya. Kali ini saya membuat donat dari ubi Cilembu panggang. Terinspirasi dari donat madu. Gimana kalau mencoba dari ubi Cilembu panggang, hasilnya pasti empuk (seperti donat kentang), manis dan legit.

Basic dough-nya saya menggunakan resep donat a la kafe-nya  NCC. Basic doughnya menggunakan metode sponge dough, yaitu membuat terlebih dahulu adonan biangnya, dan bahan penunjang ditambahkan setelah fermentasi utama berakhir. Kelebihan dari metode ini adalah lebih hemat penggunaan telur dan ragi dan hasilnya lebih lembut dan wangi dibandingkan dengan metode yang biasa digunakan (metode straight dough). Ubi cilembu yang digunakan adalah ubi bakar. Pertama kali saya mencoba ubi cilembu bakar. Hasilnya pun legit, empuk, dan beraroma khas. Kedua kalinya saya mencoba menggunakan ubi Cilembu kukus. Hasilnya sama saja seperti donat-donat kentang pada umumnya. Jadi, saran saya mendingan langsung pakai ubi Cilembu bakar saja. Jumlah ubi yang digunakan sekitar 20% dari jumlah terigu yang digunakan. Sebelumnya saya sudah mencoba dari imbangan 50%, 40% dan 30% tapi hasilnya menurut saya masih terlalu padat. Foto yang saya tampilkan adalah foto yang sudah saya beri topping, sebenarnya paling enak makan donat ubi Cilembu ini adalah dengan taburan tepung gula saja karena apabila dengan topping lain akan terlalu berat rasanya.

prototype OCD

 

 

Ingredients :

Bahan A
425 g terigu protein tinggi
300 ml air matang
6 g ragi instant
5 g garam

Bahan B

105 g daging ubi cilembu bakar
100 g terigu protein tinggi
5 g garam
30 g susu bubuk
63 g gula pasir
50 g telur (sekitar 1 butir telur dengan ukuran sedang)
63 g margarin/shortening (saya pakai margarin)

Methods :

Aduk bahan A sampai rata
istirahatkan selama 90 menit diwadah tertutup, jadikan sebagai bahan biang.
Campur adonan A dengan bahan B, lalu uleni sampai kalis, kurang lebih 10 menit.
Istirahatkan diwadah tertutup selama 15 menit.
Gilas tipis adonan setebal kurang lebih 1 cm, diamkan 10 menit, cetak dengan cetakan bentuk donat, diamkan 10 menit lagi.
Goreng dalam minyak padat dengan api kecil saja hingga berwarna kuning kecoklatan.
Angkat, dinginkan. Beri topping sesuai selera.

Tips :

Jika adonan terlalu lengket atau lunak, bisa ditambahkan sedikit tepung terigu protein tinggi. Atau bisa pula saat mencetak adonan semua alat ditaburi tepung terigu terlebih dahulu.
Memasukkan adonan ke dalam wajan sebaiknya dengan cara menggeser, jangan mengangkat karena adonan sangat lunak.

Advertisements

Author: Rizky Udhiyah >>> Life Puzzle

Indonesian | Bekasi | passionate about cooking especially sweet food, traveling, reading and watching | breads and banana lovers | dreaming to bring Indonesian traditional snacks to the world | dreaming, doing & believing | Try telling stories and sharing through a particle of ink that bundled in this blog. Please, enjoy it! Follow, comment, and let's blogging... :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s