Cintai Lingkungan, Cintai Indonesia dan Cintai Bumi Ini

“Jangan pernah cape ya mencintai Indonesia. Indonesia emang begini. Tapi Indonesia itu tanah kita, kalo bukan kita yang mencintai Indonesia, siapa lagi?” – Sri Mulyani –  

Seketika saat ditanya siapa yang cinta Indonesia? Mungkin hampir semua orang yang mendengar akan langsung menjawab, saya (dengan lantang)!. Tetapi ketika pertanyaan itu berlanjut menjadi, “Sebagai orang yang cinta Indonesia, apa yang telah kamu lakukan untuk Indonesia?” Mungkin banyak orang yang akan langsung terdiam, termasuk saya, dan bingung harus menjawab seperti apa.

Salah satu cara mencintai Indonesia adalah dengan mencintai lingkungan di mana Indonesia berada, dengan cara mencintai bumi tempat Indonesia berada. Bagaimana caranya? Caranya adalah mencintai lingkungan tempat dimana kita berada, dan mulai dari diri sendiri, mulai saat ini. Tak usah kita melakukan hal yang besar untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa yang lebih baik, cukup melakukan hal yang kecil tetapi tanpa disadari membawa efek yang besar bagi bumi.

Seperti yang dilakukan oleh Inayah Wahid, saat menjadi pembicara di acara Talkshow dengan tema Green Living n Youth Cerativity oleh Kompas dan Tupperware. Banyak cara-cara yang sebenarnya kecil tetapi hal tersebut dapat dimulai dari sendiri. Misalnya, beliau menggunakan shampoo dari cuka apel dan baking soda, menggunakan siwak untuk membersihkan gigi, menggunakan keluwak sebagai sabun, menggunakan pembalut yang dapat dipakai berulang kali. Katanya, “Jangan pakai apapun buat tubuh lo, kalo apapun itu ga bisa dimakan”. Intinya, apa yang baik buat bumi adalah yang baik untuk tubuh. Beliau juga mengemukakan bahwa konsumsi daging merupakan salah satu penyumbang emisi terbesar. Katanya, “Seberapa banyak hutan yang ditebang untuk dibangun peternakan sapi demi memenuhi kebutuhan manusia akan daging sapi?”. Bukan berarti kita harus menjadi vegetarian, tetapi bersikaplah bijak, kritis dan solutif. Selain itu, beliau juga mengemukakan untuk hidup lokal, artinya pakailah barang-barang lokal. Saat kita menggunakan barang import berarti kita menyumbang kerusakan bumi karena barang import akan memakan banyak kemasan saat shipping.

Mungkin itu adalah hal-hal yang sangat ekstrem bagi kita, hidup lokal, hidup primitif di tengah kemodernan zaman. Tetapi masih banyak hal kecil lain yang dapat kita lakukan untuk mencintai bumi ini, untuk mencintai Indonesia ini, misalnya mengurangi penggunaan plastik, buang sampah pada tempatnya dan hemat konsumsi energi. Banyak cara untuk melakukan perubahan.

Melanie Soebono yang menjadi moderator pada Talkshow tersebut menyimpulkan bahwa tak usah membawa perubahan yang besar, cukup lakukan perubahan yang kecil. Mulai dari diri sendiri, mulai saat ini. Tak usah membawa perubahan karena kita sendiri adalah perubahan.

Advertisements

Author: Rizky Udhiyah >>> Life Puzzle

Indonesian | Bekasi | passionate about cooking especially sweet food, traveling, reading and watching | breads and banana lovers | dreaming to bring Indonesian traditional snacks to the world | dreaming, doing & believing | Try telling stories and sharing through a particle of ink that bundled in this blog. Please, enjoy it! Follow, comment, and let's blogging... :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s