Introvert.. Am I ?

Setelah berumur hampir 21 tahun, akhirnya gua bisa menemukan kata yang tepat untuk mendeskripsikan diri gua. That’s introvert. Yes, I’m introvert. Gua baru baca di sini. Dan ini gua banget..

Introvert lebih membutuhkan sebuah teh hangat dan berkumpul bersama beberapa teman dekat saja daripada pergi ke tempat yang penuh dengan orang asing..

Introvert membenci basa-basi, oleh sebab itu mereka senang dengan perbincangan yang padat dan bersifat informatif.. 

Introvert pun tidak pernah menceritakan tentang hal yang bersifat pribadi kepada sembarang orang. Oleh karena itu, jika ada seorang introvert yang dengan sukarela mengeluhkan masalahnya kepadamu, maka kau adalah orang yang sangat beruntung. Karena mereka telah mengategorikan dirimu sebagai seorang teman yang hebat.. (It’s really me)

Introvert lebih fokus kepada hal yang bersifat psikis. Mereka senang menjelajahi ruang pikirnya, mereka membaca buku, menonton tayangan yang dapat mengasah otak, karena mereka haus dengan segala hal yang berbau informasi..

Introvert dapat bersikap tenang menghadapi segala tekanan dan permasalahan. Mungkin karena kebiasaan mereka yang menyendiri sehingga emosi mereka terlatih untuk tetap stabil. (Yang ini gua banget, kalo ada apa-apa pasti sok sok tenang mukanya, sok sok cuek, padahal dalem hati dan pikirannya sedang sangat berkecamuk #bahasanya)

Selalu berpikir sebelum berbicara.

Introvert akan berhati-hati saat menjelaskan pendapatnya, karena tak suka dengan pertikaian yang tak ada hasil sehingga cenderung menjadi pendengar yang baik.

Introvert yang sedang mendengar sangat pandai dalam menggabungkan fakta-fakta dan prinsip serta pemikiran orang lain, kemudian dijadikannya sebuah klausa sebab-akibat yang baik, lalu dikemas rapih dan terbentuklah sebuah tesis.

Diam bukan berarti tak mengerti atau tak peduli, tetapi mereka menganalisa. (Gua terkadang terlihat sangat cuek dan sangat tidak peduli, tetapi sebenarnya di lubuk hati terdalam gua sangat peduli dan itu tidak terekspresikan secara tersirat, tidak ekspresif mungkin namanya).

Biasanya introvert gemar menulis. Karena dalam menulis mereka dapat lebih terbuka dalam mempresentasikan pikiran ataupun membagikan pengalamannya kepada orang lain.

Laurie Pawlik menulis The Guide To Introversion,

“Some introverts aren’t stereotypically shy and can strike up conversations with anyone. These introverts enjoy talking and listening to people, and going to parties and events. But most introverts would rather be at home. Introverts can find small talk easy but tiring – and sometimes boring. They’d rather have meaningful conversations about the depths of human souls and minds, but find few opportunities (those aren’t your usual conversations at water coolers or dinner parties!).”

“Introverts tend to get their energy from within, so being with people is draining. After a day filled with people or activities, introverts tend to feel exhausted and empty. To recharge their batteries introverts need to be alone reading, daydreaming, painting, or gardening – any solo activity fills them up again. This doesn’t mean introverts have to live alone in a cave in the hills; they just need quiet time to come back to themselves. The energy source for introverts is from within.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s