Business = Creativepreneur

Beberapa hari yang lalu saya menghadiri sebuah acara di Jakarta, dalam acara tersebut tampilah beberapa pembicara hebat yang mempunyai bisnis di bidangnya masing-masing. So inspiring dan semoga suatu saat saya bisa menjadi seperti mereka, bahkan lebih :). Berikut adalah sedikit catatan saya.

Yang pertama, adalah dari musisi hebat yang dimiliki Indonesia. Beliau adalah Purwacaraka. Beliau bercerita bahwa beliau mempunyai 88 sekolah musik di seluruh Indonesia. Musik adalah hal yang telah menjadi passionnya, menjadi jiwanya. Awalnya beliau tidak pernah menyangka akan sebesar dan sebanyak ini. Dahulu, tidak pernah ada yang berpikir bahwa sekolah musik itu ada dan perlu. Tapi, sekarang banyak orang berlomba-lomba memasukkan anaknya ke sekolah musik. Bukan untuk menjadi musisi yang hebat. Bukan untuk menjadi penyanyi yang hebat. Bukan. Tapi sebagai bagian untuk menyeimbangkan tingkat emosionalnya. Menyeimbangkan otak kanan dan otak kiri.

Visi. Sesuatu yang ada tercipta dari yang tiada. Itulah visi. Bisnis itu adalah soal peluang dan bermanfaat. Bagaimana memanfaatkan peluang dan bagaimana bisnis itu bermanfaat bagi orang banyak. Bisnis dan passion. Sukses itu bertahap. Ide kecil dapat menjadi ide yang besar. Bisnis juga membutuhkan intuisi, keseimbangan otak kiri dan otak kanan. Pandai menganalisis, pandai membaca kondisi dan menimbang risiko.

Yang kedua, beliau adalah bapak Budi Darsono. Penggagas detik.com, sebuah situs berita online yang saat ini memiliki nilai sebesar 60 juta dollar. Gila ga tuh.? Awal semua ini adalah kegagalan. Saat itu zaman pak soeharto, pembrendelan tulisannya di media cetak sudah beberapa kali dilakukan. Bahkan sampai beliau masuk penjara. Sampai akhirnya, ketika itu internet mulai masuk ke Indonesia. Beliau berpikiran. “Mengapa tidak membuat berita di internet saja? Toh pak harto kan ga ngerti internet. Ga ngerti cara bukanya. Kalo dia mau brendel ya ga akan bisa, orang servernya di Amerika.” Sebuah pemikiran yang simple. Namun, setelah gagasan itu muncul, masih banyak serentetan kendala yang dihadapi, terutama masalah permodalan. Akhirnya beliau dan beberapa temannya mengajukan proposal ke salah satu orang luar. Tanpa memberikan proposal, hanya perbincangan saja, akhirnya orang itu sangat tertarik dan memberikan modal yang jauh lebih besar dari yang sebenarnya diajukan di proposal. Sampai akhirnya, sekarang detikCom sudah terdepan dan diakuisi oleh Chairul Tanjung.

Segala bentuk kegagalan, jangan pernah menyerah, COBA LAGI. Produk dalam berbisnis adalah hal yang paling utama. Kerja keras dan sedikit keberuntungan.

Yang ketiga, beliau adalah Leonard Theosabrata. Salah satu penggagas dari Brightspot Market. Brightspot market adalah sejenis wadah, sejenis pasar tempat dimana barang-barang lokal dipasarkan, barang-barang yang kaitannya dengan fashion, unik dan inovatif. Jika Bapak Budi Darsono sedikit keberuntungan sebagai hal yang dibutuhkan dalam berbisnis, maka beda halnya dengan Theosabrata. Menurutnya, bisnis itu adalah MOMENTUM. Orang Indonesia itu kreatif tapi mereka tidak tahu atau tidak tahu bagaimana mengembangkannya. Orang Indonesia lebih bangga terhadap produk luar negeri, padahal produk dalam negeri jauh lebih luar biasa. Localism is caused by all look at the same. Melawan arus. Semangat dan kerja keras. Bisnis itu dapat dengan modal kecil ataupun besar. Semua itu adalah pilihan. Engagment in business. We have to do. We have to believe. Bisnis itu sama seperti manusia, makhluk sosial, tidak dapat sendiri, butuh orang lain.

Yang keempat, beliau adalah Joko Anwar, seorang director film. Modus anomali salah satu film yang pernah digarapnya. Salah satu film terbaik yang Indonesia punya, menurut saya. Semua visi itu butuh plan, butuh strategi. Boleh nekat, tapi tetap butuh strategi. Uniqueness = indispensability.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s