Keberuntungan.

Disini saya akan memberikan sebuah contoh, si A mencoba keberuntungannya dengan berjudi. Untuk pertama kali, dia menang dan dia merasa beruntung. Begitu pun dengan judi untuk kedua kali, dan ketiga kali sehingga akhirnya dia merasa bahwa keberuntungan itu ada.

Sampai akhirnya, dia melakukan judi untuk keempat kali, dan disitu dia kalah. Dia berpikir bahwa, “Untuk saat ini saya tidak beruntung, mungkin di kesempatan selanjutnya keberuntungan akan berpihak ke saya lagi.” Namun ternyata, dia tidak pernah menang lagi, selalu kalah. Lalu apa itu keberuntungan? Apakah keberuntungan itu ada?

IMG_20130227_224740

Kebanyakan orang mendefinisikan beruntung itu adalah ketika kamu mendapatkan apa yang kamu inginkan secara tiba-tiba. Tanpa ada sebab musabab yang jelas.

Kamu percaya dengan konsep keberuntungan?

Ini adalah pertanyaan yang saya berikan ke beberapa orang. Dan mereka hanya saya beri 2 pilihan jawaban, percaya atau tidak! Sebagian besar menjawab “percaya”, dengan mikir yang lama, menjawab penuh keraguan dan di akhirnya berkata ‘tapi…bla.bla.bla.’

Banyak orang yang percaya akan keberuntungan. Saya juga sebenarnya, pada dasarnya percaya. Namun kepercayaan saya itu perlahan luntur. Kenapa?

“Semesta ini bukan sebuah garis lurus yang memiliki ujung. Semesta ini adalah lingkaran. Lingkaran yang tidak pernah ada ujungnya. Semuanya tersinkronisasi. Connected. Dahulu semesta itu mempunyai satu bahasa, mereka saling berbicara sehingga apa yang dilakukan manusia maka semesta akan merespon, tapi karena keegoisan manusia, manusia menciptakan bahasanya sendiri. Jadi, tidak ada kebetulan atau keberuntungan.”

Ketika kita melakukan sesuatu yang pada dasarnya kita sadari atau tidak, semesta akan merespon. Jadi, pada intinya keberuntungan itu tercipta karena hal hal yang kita lakukan.

Thomas Alva Edison juga berkata bahwa, “Keberuntungan itu adalah sesuatu yang terjadi ketika kesempatan bertemu dengan kesiapan.”

‘Whenever the chance come,¬†prepare your ability first. So you’ll be the lucky person’

Tapi, saya juga masih bingung dengan kasus yang saya berikan di atas. Kesiapan apa yang dilakukan penjudi itu ketika dia menang? Apakah keberuntungan tanpa sebuah kesiapan itu dapat dikatakan rezeki?

-END, random conclusion-

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s