Tentang Bintang

Beberapa waktu yang lalu, gua ada acara di Sumedang, acaranya malam hari dan di lapangan terbuka. Kebetulan hari itu lagi cerah. Saat melihat ke langit, woow bintangnya banyak banget!

Sambil menunggu, daripada ngelamun sambil ngeliat ke tanah, akhirnya gua putusin buat ngelamun sambil ngeliat ke langit. Di udara malam yang dingin, dikelilingin obor, sambil mandangin bintang itu rasanya damai banget. Maklum jarang-jarang ngeliat bintang yang banyak begitu.

Lama ngelamun, tiba-tiba gua ngeliat ada bintang yang kayak loncat-loncat gitu dan ngomong dalam hati, “Oh itu bintang jatuh ya..”. Gak cuma sekali doang, beberapa kali malahan. Konon katanya kalo kita make a wish saat melihat bintang jatuh, keinginan kita akan terkabul. Gua cuma make a wish supaya selalu bisa tersenyum, tersenyum seperti saat ngeliat bintang jatuh itu. #welehweleh

Dan itu for the 1st time gua ngeliat bintang jatuh 😀 Dan baru tau kalo bintang jatuh itu cuma bintang yang kayak loncat dari satu tempat ke tempat lainnya. Eh tapi bener ga ya bintang jatuh kayak gitu? #masihragu. Gua pikir bintang jatuh itu kayak benda yang jatuh ke bumi sambil mengeluarkan cahaya, kayak yang di meteor garden. Yaudahlah ya, anggap saja itu memang benar bintang jatuh.

Saat ngeliat bintang, gua ngeliat berbagai jenis bintang. Bintang kecil, bintang sedang, dan bintang besar. Bintang dengan sinar redup, bintang dengan sinar biasa, dan bintang dengan sinar paling terang. Beberapa orang mungkin banyak yang ingin seperti bintang, bahkan ingin menjadi bintang yang paling bersinar.

Pernah gua membaca sebuah novel, disitu ada percakapan tentang bintang. Kurang lebih seperti ini percakapannya, tapi dengan sedikit modifikasi.

A : Aku dibilang bintang paling bersinar oleh papaku.

B : Kok kamu mau sih dibilang bintang paling bersinar? Bintang paling bersinar itu bintang yang paling cepet mati. Soalnya dia banyak mengeluarkan energi, jadi energinya akan cepat habis dan akhirnya meledak.

A : Oh ya? Yaudah gapapa, seenggaknya aku pernah bermanfaat buat orang lain. Daripada punya sinar, hidup lama tapi redup.

B : Atau ga jadi matahari aja. Matahari juga bintang, tapi bintangnya paling berbeda dari bintang lainnya. Dia menyinari dunia, dia menyinari separuh bahkan lebih hari hari kita. Karena ada dia, kehidupan di muka bumi ini ada.

A : Jadi, matahari itu bintang yang paling berbeda, paling bersinar dan paling bermanfaat…dst

Sebagai closing dari post ini…

Mau siapa pun kita, kita adalah bintang. Yang punya sinar. Mau menjadi bintang seperti apa? Ya itu semua balik lagi ke jalan yang kita pilih. Percayalah kalau kita semua bisa bermanfaat dengan sinar kita masing masing 🙂

Advertisements

Author: Rizky Udhiyah >>> Life Puzzle

Indonesian | Bekasi | passionate about cooking especially sweet food, traveling, reading and watching | breads and banana lovers | dreaming to bring Indonesian traditional snacks to the world | dreaming, doing & believing | Try telling stories and sharing through a particle of ink that bundled in this blog. Please, enjoy it! Follow, comment, and let's blogging... :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s