Sukabumi, Keindahan di Selatan Jawa Barat

Sukabumi adalah sebuah kabupaten di bagian selatan Jawa Barat. Beberapa waktu yang lalu gua tinggal di sana selama 1 bulan. You know what? Ternyata banyak tempat yang menyajikan keindahan dan keeksotisan alam Sukabumi, mau tau? Let’s check these out!

1. Pelabuhan Ratu

Masjid Raya Pelabuhan Ratu
light of fire

Pelabuhan ratu membutuhkan waktu perjalanan sekitar 3-4 jam. Pelabuhan ratu terdiri dari beberapa pantai. Lumayan bagus pantainya, ada yang berpasir putih, ada juga yang berkarang, ombaknya ada yang tenang ada juga yang lumayan besar. Pelabuhan ratu emang udah di setting buat tempat wisata, jadi udah lumayan rapi dan teratur.

Sayangnya waktu kesana udah sore, dan hari pertama puasa. Jadinya, gak sempat main-main di pantai pas terang. Tapi, pas tengah malamnya kita main kembang api di pinggir pantai. Seru banget :D. Oh iya, disana ada masjid raya pelabuhan ratu, masjidnya lucu deh, sebelum azan berbunyi, dia ngebunyiin sirine dulu sebagai tanda sudah masuknya waktu solat, lumayan lama lagi, baru deh abis itu azan. Haha kocak aja, biasanya kan langsung aja azan, eh ini pake sirine dulu.

2. Pemandian Air Panas Cisolok

Cisolok, Air Mancur Panas

Gak jauh dari pelabuhan ratu, ada tempat pemandian air panas. Cisolok namanya. Sumber air panasnya dari dalam tanah gitu, ada di sungai, mancur kayak gambar di atas. Selain itu, disana juga ada kolam-kolam tempat pemandian air panas. Cuma sayang pas gua kesana lagi musim kemarau, jadi airnya surut, dan kolam tidak beroperasi. Sayangnya juga tempatnya agak kurang keurus, banyak sampah.

3. Curug Cikasoh

Curug Cikasoh
Big Rock with Cikasoh Waterfall

Ini dia tempat yang menurut gua bagus banget. Namanya curug cikasoh. Sebelum ke ujung genteng, pasti melewati daerah ini. Biaya masuk cuma 2.000/orang. Untuk masuk ke dalam air terjun ini, kita harus menyusuri sawah dulu. Air terjun ini terdiri dari 3 air terjun. Sayangnya (lagi-lagi), pas gua kesana lagi musim kemarau, jadi air yang turunnya cuma sedikit dan cuma ada 2 air terjun doang. Ada kolamnya juga. Warnanya hijau, liat aja fotonya, bagus kan? Katanya kalau musim penghujan lebih bagus lagi air terjunnya. Di kolam itu kita juga bisa berenang, tapi harus hati hati, soalnya diantara air terjun dan batu besar itu katanya ada sejenis palung yang dalemnya kurang lebih 30 m.

4. Pantai Amanda Ratu

Amanda Ratu
Pantai Amanda Ratu

Heiii ini namanya pantai Amanda Ratu. Kalau mau ke Ujung Genteng pasti ngelewatin tempat ini. Jadi, harus mampir. Sekilas, saat pertama datang kesini, gua ngerasa kayak ngeliat tanah lot yang di Bali sana, tapi versi Sukabumi. Jadi, pantainya bukan pantai berpasir, melainkan pasir berkarang. Kita bisa melihat sunrise, ombak, dan pemandangan indah dari sini. Kalau lagi surut, kita bisa turun ke karang-karang. Tapi kalau lagi pasang, cukup duduk-duduk di atas menikmati semilir angin dan pemandangan. Dijamin lelah dan penat akan hilang.

Liat deh fotonya, kayak di ftv-ftv gitu ya? Hahaha #abaikan. Gua kesini 2x, pertama kali datang, lumayan rame, pas kedua kalinya, sepiiiii  banget, mungkin cuma rombongan gua doang. Huuuh, rasanya berasa punya villa pribadi deh.

5. Pantai Ujung Genteng

Pasir Putih Ujung Genteng

Yeeee Ujung Genteng. Ternyata juga, sama kayak Pelabuhan Ratu, Ujung Genteng terdiri dari beberapa pantai. Ada pantai yang berpasir putih halus, ada yang berpasir putih plus karang-karang kecil, ada yang berkarang besar, ada yang tidak berombak, ada yang berombak kecil, dan ada yang berombak tenang. Penginapan di daerah sini juga lumayan murah loh, mungkin karena baru-baru ini terkenal sebagai tempat wisata.

Tapi menurut gua pantai yang paling bagus itu adalah pantai tempat penangkaran penyu. Fotonya yang paling atas, paling bersih, paling putih, paling halus. Kalau kata teman, pasirnya udah mirip sama pantai di Lombok sana. Kita juga bisa melihat pelepasan penyu, ada setiap jam setengah 6 setiap harinya. Kalau mau lihat penyu penyu bertelur juga bisa, malam hari, tapi itu untung-untungan.

Waktu itu, sekitar jam setengah 12an gua dan teman-teman ke pantai itu. Berharap bisa melihat penyu bertelur. Jalan kaki dari tempat kami menginap, sekitar 1 jam perjalanan. Bayangin, tengah malam menyusuri pantai, gelap banget, ditemani suara deburan ombak. Untungnya rame-rame. Jadi seru.

Sampe sana, ada seorang bapak penjaga pantai itu yang bertugas mengambil telur penyu. Kata bapaknya, pantai itu namanya pos 1. Total ada sekitar 5 pos. Sambil menunggu penyu datang, kita tiduran di atas pasir halus. Tiduran di pinggir pantai malem-malem, sambil ngeliat bintang, mendengar suara deburan ombak, sambil berbagi cerita bersama sahabat. What a beautiful moment! Sampai Subuh menjelang, tak ada satu pun penyu yang datang. Keberuntungan tidak berpihak pada kami. Tapi tak apa, toh antinya kami sudah mendapat momen yang indah.

Kedatangan gua kedua kalinya adalah saat hari pertama bulan puasa. Langsung menuju pos 1 itu. Sebelumnya ga bisa ngeliat gimana pasirnya, pas kedua kalinya kesana, dan ngeliat pasirnya. Wow! Bagus banget. Beruntungnya, saat itu tidak ada orang sama sekali. Jadi, pantainya berasa milik pribadi. Kami bermain, loncat-loncatan sepuasnya. Kata bapaknya, ada pantai yang lebih bagus dari Pos 1, Pos 3 namanya. Tapi sayang kami tidak sempat kesana. Pokoknya kalau ke Ujung Genteng harus menyusuri pantainya. Semuanya. Ga akan nyesel.

6. Kebun Teh

Dari Pelabuhan Ratu ke Ujung Genteng, kami melewati perkebunan teh. Kebetulan saat itu masih pagi sekali. Jadi, kami berhenti dulu sejenak, menghirup segar dan sejuknya udara pagi disana sambil melihat sunrise. Indahnya! 😀

Sekali lagi gua mau bilang, ‘Betapa indahnya dan kayanya alam Indonesia.’ Beruntung gua hidup di Indonesia. Dari satu kabupaten aja kita udah punya banyak tempat-tempat menarik nan indah. Bayangkan, berapa banyak kabupaten di Indonesia coba. Sudah sepatutnya kita bersyukur. Caranya? Menjaga alam kita :). That’s enough.

Advertisements

Author: Rizky Udhiyah >>> Life Puzzle

Indonesian | Bekasi | passionate about cooking especially sweet food, traveling, reading and watching | breads and banana lovers | dreaming to bring Indonesian traditional snacks to the world | dreaming, doing & believing | Try telling stories and sharing through a particle of ink that bundled in this blog. Please, enjoy it! Follow, comment, and let's blogging... :D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s