Sepucuk Surat untuk Sahabat

Hari ini, hari ke-40 kamu pergi meninggalkan dunia ini. Dan aku berjanji untuk menuliskan sebuah tulisan tentangmu. Dan inilah tulisanku…Akhirnya, aku bisa menuliskan ini tanpa setetes air mata 😀

Saat kita semester 1, jalan-jalan ke TMII 🙂

Sepucuk Surat untuk Sahabat

Sahabatku tersayang…

Halo sahabatku disana… Bagaimana kabarmu? Pasti kamu disana baik-baik aja, pasti kamu lagi senang ya disana. Allah bersama malaikat-malaikatnya pasti menjaga kamu dan memberikan tempat yang baik buat kamu disana 🙂 Amiin

Kalo kamu tanya balik, kita disini, juga baik-baik aja kok. Kamu gak usah khawatir. Kamu tau gak? Kita semua kangeeeeen banget sama kamu. Kangen senyummu, kangen tawamu, kangen candamu, kangen tingkah lakumu (yang camen itu :D), pokoknya kangeen semuanya tentangmu.

Terlintas dan sempat kita ngomong gini, kenapa ya kamu pergi secepat ini, kenapa ya kamu pergi dengan cara seperti ini. Tapi kita semua tahu, kalau ini memang takdirmu, kalau ini memang jalan terbaik yang Allah kasih buat kamu. Insya Allah kita sudah ikhlas menerima kepergianmu, karena kita tahu walaupun ragamu telah pergi, tapi kamu  tetap dan selalu ada bersama kita, di hati kita :)… Asal kamu tau aja, banyak loh orang yang merasa kehilangan kamu, itu tandanya mereka peduli dan care sama kamu. Kamu pasti tambah seneng deh.

Maaf ya kemaren aku gak bisa nganter kamu ke tempat peristirahatan terakhirmu. Sedih banget rasanya. Sedih karena aku belum bisa menjadi sahabat yang baik buat kamu. Sedih karena kita tidak bisa mencapai cita-cita kita di dunia ini bareng-bareng. Sedih karena kamu meninggalkan ini semua begitu cepat dan dengan cara seperti ini. Yaah tapi itulah takdir untukmu, takdir untuk kita semua, dan kita percaya itulah yang terbaik buat kita.

Kemarin, tanggal 23 Maret kita semua ke tempat peristirahatan terakhirmu. Kita disitu ngasih kamu bunga, air, dan doa. Tenang aja, doa buat kamu gak akan cuma disitu, Insya Allah doa dari kita tak akan pernah terputus. Pertama kali aku datang ke makammu, melihat namamu di nisan itu, rasanya sedih bangeet, kita semua menangis. Maaf kalau tangisan kita jadi memberatkanmu disana, tapi ini tangisan bukan karena kita gak ikhlas, tapi tangisan karena kita gak bisa lagi bersama-sama di dunia ini. Maaf banget ya kalau kita masih suka sedih, bahkan kita masih suka nangis kalo kita inget kamu. Kamu terlalu baik untuk diperlakukan seperti itu. Tapi, kita semua disini berjanji kalo kita gak boleh lagi nangis dan sedih, karena kita tau kamu gak pengen kita kayak gitu. Pokoknya maaf beribu ribu maaf ya atas kesalahan yang kita perbuat sama kamu dari dulu sampai detik terakhir kamu disini. Insya Allah kesalahan kamu udah kita maafin kok.

Kemarin kita juga main ke rumah kamu. Keluarga kamu keliatan masih sangat sedih, terutama ibu kamu. Semoga aja kedatangan kita sedikit mengurangi kesedihan ibu dan keluarga kamu ya :D. Entar kapan-kapan kita main lagi kok ke rumah kamu. Kita yakin keluarga kamu adalah keluarga yang sabar, keluarga yang tabah, dan keluarga yang kuat.

Jadi inget, pantesan aja ya waktu perpisahan kelas itu, waktu kita muter muter buat salaman pas buka puasa bareng, aku nangiiiis pas ngeliat kamu, entah kenapa, aku juga gak ngerti. Sekarang deh baru ngerti.

Senior High School Moment

Pas kita ngobrol kemarin, kita inget, yaah kita gak bisa deh ngeliat kamu nikah, padahal kan kita pengen tau kamu bakal nikah sama siapa hehe #becanda. Tapi tenang aja, Allah pasti menyiapkan bidadara nan ganteng di sana. Pasti kamu seneng deh.

Oh iya, kemaren sekali aku sempet mimpiin kamu. Disitu kamu tersenyum lebar, tertawa lepas, pokoknya bahagia deh. Sama si icha juga mimpiin kamu, dan kamu sedang tertawa juga, sedang bercanda bareng sama kita. Terakhir si fanty yang bilang dia mimpi kamu lagi, katanya kamu juga lagi ketawa lepas, dan disitu kamu pake jilbab looh 😀

Semoga aja ya itu tanda buat kita semua, kalau kamu udah tenang disana, kalau kamu udah bahagia disana dan kita gak boleh sedih lagi disini. Semoga Allah mengampuni segala dosa-dosamu, mempermudah jalanmu disana, dan memberikan tempat terbaik untukmu. Amin

SELAMAT JALAN TEMAN, SELAMAT JALAN KAWAN, SELAMAT JALAN SAHABAT 😀

Doakan kita disini bisa menggapai cita-cita kita yaa 😀

Sampai ketemu disurga-Nya Allah…

Advertisements

Author: Rizky Udhiyah >>> Life Puzzle

Indonesian | Bekasi | passionate about cooking especially sweet food, traveling, reading and watching | breads and banana lovers | dreaming to bring Indonesian traditional snacks to the world | dreaming, doing & believing | Try telling stories and sharing through a particle of ink that bundled in this blog. Please, enjoy it! Follow, comment, and let's blogging... :D

4 thoughts on “Sepucuk Surat untuk Sahabat”

  1. Ki sumpah ini surat baru gue baca hari ini,
    Terharu bgt bacanya dan seneng juga msh bisa
    Nyimpen kenangan saat saat sm ayu, semoga
    Kita semua bs selalu ngenang ayu yaa :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s