Penyalahgunaan Zat Kimia pada Bahan Pangan

Pangan merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia selain papan dan sandang. Makanan yang bergizi, sehat, dan berkualitas sangat dibutuhkan untuk melahirkan manusia-manusia yang cerdas guna memajukan bangsa. Namun, makanan yang beredar di UNPAD, lingkungan sekitar kita, dan Indonesia pada umumnya masih belum memenuhi kriteria makanan yang telah disebutkan di atas. Pola makan dan jenis makanan apa yang dimakan sangat menentukan pola pikir kita. Hippocrates menyebutkan, “You are what you eat”. Hal ini penting untuk diperhatikan, terutama bagi anak-anak dan pemuda Indonesia sebagai agen penerus bangsa.

Kasus ironis yang sering kita temukan adalah adanya penggunaan bahan-bahan berbahaya ke dalam makanan. Bahan yang sering ditambahkan adalah bahan-bahan kimia yang tidak diperuntukan untuk bahan pangan, tetapi sering ditambahkan ke dalam makanan. Hal ini dilakukan karena di sisi lain penggunaan bahan kimia berbahaya ini dapat menguntungkan bagi penjual, terutama dari sisi ekonomi. Contohnya, penggunaan formalin, boraks, pewarna tekstil, dan sebagainya. Selain penambahan zat berbahaya, cara penyajian dan pengolahan makanan yang tidak memerhatikan unsur kebersihan juga masih sering kita jumpai di sebagian besar pedagang-pedagang di Indonesia, terutama pedagang-pedagang kaki lima.

Ironis memang. Hal ini terjadi karena kurangnya pengetahuan para pedagang serta kurangnya moralitas para pedagang. Kasus seperti ini dapat kita ambil hikmahnya, mungkin PR bagi kita bersama (mahasiswa) sebagai kaum intelektual, dan pemerintah secara umumnya. Kita tidak dapat menyelesaikan masalah ini secara instan, butuh step by step. Mungkin beberapa hal kecil dapat kita lakukan. Contohnya melalui penyuluhan-penyuluhan ataupun kita sebagai mahasiswa bisa secara langsung berbincang dengan para pedagang lewat mulut ke mulut mengenai pentingnya menjaga produk yang berkualitas, dan tidak menipu konsumen. Selain itu, sebagai pencegahan, penanaman moral perlu ditekankan dan ditingkatkan lagi, baik pada pendidikan formal maupun non formal pada anak-anak, sejak usia dini bahkan sampai anak-anak itu menginjak bangku kuliah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s