Dahsyatnya Mendaki Gunung Geulis

from left : ezy, aris, busyro, kiki (me), ami, puput

Mumpung masih hangat di memori, gua mau bercerita tentang perjalanan gua hari ini (Minggu, 26 Februari 2012) mendaki Gunung Geulis. Gunung Geulis adalah salah satu gunung tidak aktif yang terletak di Sumedang. Sebelumnya, gua akan memperkenalkan terlebih dahulu para manusia tanggung yang terlibat dalam perjalanan ini, yang terdiri dari 4 wanita tangguh dan 3 lelaki super haha. Namanya, ladies first, Kiki (me), Ami, Puput, dan Nuyul, sedangkan lelakinya adalah Busyro, Aris, dan Ezy.

Perjalanan ini bermula dari kami (para wanita) yang ingin terjun ke dalam perjalanan / travelling yang tidak biasa, salah satu yang ingin kita coba adalah naik gunung. Tapi, naik gunung ini juga termotivasi oleh keinginan kami untuk mendaki gunung Rinjani di Lombok sana suatu saat nanti #siapayangtau. Cuma masa iya mau langsung Rinjani, gak mungkin kan. Akhirnya kita mutusin buat pemanasan naik “gunung-gunungan” dulu deh, yang terdekat dari kampus kita, yang setiap hari kita lihat, yaitu Gunung Geulis. Emang katanya Gunung Geulis tuh sering dipakai buat pendaki yang pemula macam para ladies ini. Kita ngajak orang-orang, dan akhirnya yah para lelaki itu yang jadi ikut. Tadinya juga rada galau mau naik Gunung Geulis, yang katanya naiknya cuma sekitar 1 ½ jam atau gunung Manglayang yang butuh 4 jam. Karena omongan beberapa orang yang bilang serem deh kalo naik gunung Manglayang buat para pemula, akhirnya diputusin deh buat naik Gunung Geulis ‘aja’.

Jadwal diatur, kita janjian jam 7, tapi pada datang jam ½ 8 (you know lah kebiasaan telat haha). Terus kita ke rumah Aris dulu (emang rumahnya di Sumedang, tepatnya Tanjung Sari) buat naroh motor. Nah, awal pendakian kebetulan juga gak jauh dari rumahnya. Dimulai lah kita mendaki sejak jam 8, dengan estimasi 1 – 1 ½ jam sampai. Awal pendakian dimulai dengan tanjakan panjang tapi masih banyak perkebunan milik perhutani gitu. Track masih lancar, aman, terkendali. Cuma karena semalemnya habis hujan besar, makanya tanah jadi belok banget dan nempel banyak di sepatu. Terus kita mulai memasuki jalan setapak yang masih nanjak (iyalah namanya juga naik gunung) yang kanan kirinya ditutupi oleh tumbuhan-tumbuhan. Aris disini berperan sebagai penunjuk jalan, sampai akhirnya kita menjuluki dia ketua suku. Menurut Aris, yang pernah kesana, tanda pertama adalah tanda panah merah yang ada di batu. Setelah melewati itu, kita jalan aja lurus kata Aris sampe nemu batu gede lagi, baru jalanan bener-bener nanjak. Tapi abis nemu batu pertama itu kita gak nemu nemu batu besar yang dimaksud Aris. Aris juga lupa. Dan akhirnya kita nemu beberapa jalan yang menuju ke atas, diputusin deh lewat situ aja, daripada kita gak sampe puncak (mikirnya gitu). Tapi lo tau gimana itu Tracknya? Sumpah, itu mah bukan Track untuk pemula. Tracknya itu terjal banget, kanan kiri pohon, jalanan licin, dan kita mesti mendaki kayak panjat tebing gitu, bukan track yang tepat untuk pemula. Dan Tracknya itu juga gak bentar, lumayanlah bikin kita jiper. Kita semua bilang, ini mah Tracknya anak geologi kali yah. Di Track itu, ada kali kita ngabisin waktu hampir 2 jam. Bayangin dong kita 2 jam naik tanah yang miring kayak tebing. Huaaa! Super sekali pokoknya. Udah selesai lewat Track dahsyat itu. Kita lanjutin perjalanan, eh nyasar lagi, jalan ke kanan buntu, jalan ke kiri ke lembah. Akhirnya diputusin buat jalan aja ke atas, nembus ilalang ilalang yang Subhanallah sekali. Itu rasanya kita bukan kayak pemula, karena kita kayak bikin Track baru, kayak pendaki gunung professional aja gitu. Lamaa kita nembus nembus ilalang. Sampai akhirnya kita ngeliat pohon beringin, pohon yang menjadi penunjuk arah ke puncak. Karena emang puncak gunung ditandai oleh 2 pohon beringin besar itu. Berpatokan pada 2 pohon beringin itu, dan setelah sekian lama berjalan akhirnya kita SAMPAI PUNCAAAAK (jam 12-an)! Yeeee, senengnya bukan main! 😀 😀 😀 Di atas sana emang ada kuburan Cuma satu sih, terus ada pohon beringin 2, ada ilalang ilalang, terus ada kayak semacam pos yang dijaga sama bapak bapak (yang emang tinggal disitu). Di atas, kita puas puasin ngeliat pemandangan jatinangor dan sekitar, ngeliat UNPAD, ngeliat jalan Nagreg, ngeliat hamparan dataran yang hijau dipenuhi oleh sawah, dan ngeliat gunung-gunung lain yang mengelilingi daerah situ. Subhanallah sekali. Kita istirahat dulu, duduk duduk, foto-foto, makan snack. Terus berhubung cuaca udah mendung dan udah rintik rintik, jam 12.45 kita turun, nah Track ini yang sebenernya mau kita ambil pas berangkat Cuma gak jadi karena apa? NYASAR hehe. Kita estimasiin waktu sekitar ½ jam sampe 1 jam lah buat ke bawah. Tapi itu SALAH BESAR! Karena Track yang dilaluin itu sangaaat licin sekali. Kita (terutama gua yang salah pake sepatu) turun paling lama, sering banget main perosotan karena kepeleset. Emang kita salah waktu, kita kesana pas lagi musin hujan (dan pas lagi hujan). Track kayak gitu banyaaak banget, sangat sangat disarankan untuk hati-hati. Sempetlah ditengah perjalanan karena nemu pemandangan bagus, sambil istirahat kita foto foto #teteep. Kaki terutama jari jari kaki, sampe sakit kaku gitu karena mesti nahan pas turun. Entah kenapa gua paling seriiiiing jatuh. Mesti ada yang ngejagain gua. Bentar bentar kepeleset, jalan turun maupun jalan lurus tetep aja kepeleset. Akibat salah pake sepatu ini mah (alesan temen temen gua sih karena keberatan nahan badan jadinya kepeleset haha #sial). Sampai akhirnya kita jalan di  jalan setapak kecil yang udah gak turunan, tapi samping kanannya kayak jurang gitu. Otomatis gua yang takut tinggi langsung deg degan, apalagi ngelihat riwayat jatuh gua sebelumnya yang sering banget bikin gua jiper. Terus di jalan emang yang sempit banget, kanannya jurang, gua kepeleset, kaget banget, tangan langsung cari tahanan semak belukar gitu dan badan ngegantung, persis kayak di film film. Ada kali 5 detik gua ngegantung, sampai akhirnya gua angkat kaki dan kembali menginjak tanah. Sumpah abis itu kaki gua langsung gemeteran, tapi di dalam hati gua meyakinkan diri, kalo gua gak takut tinggi, dan gua harus bisa. Keyakinan itu yang gua bawa sampe akhirnya sampe ke bawah, dengan estimasi waktu yang SALAH BESAR lagi. Niat Cuma ½ jam malah jadinya 2 ½ jam. Pulangnya sering banget gua perosotan, karena itu jalan sangat sangat liciiin. Sampe celana, sepatu, kaos kaki, sampe jaket yang dipake penuh sama tanah. Huaaah. Pengalaman pertama naik gunung yang sangat dahsyat, dengan Track yang ekstrem, buka Track baru, Track yang licin semuanya berkesan! Warna-warni selama perjalanan : canda dan tawa, pemandangan indah, nyasar, main perosotan di jalan, cape di jalan, barang yang ilang. Tapi seruuu! Sangat sangat uncomfortable zone. Gua bisa bertarung dengan rasa takut gua. Walaupun masih takut hehe. Padahal, Aris yang suka naik gunung bilang, dia sebenernya gak yakin kita (para ladies) bisa ngelewatin Track naik yang kayak panjat tebing. Surprisely, kita bisa lhoo! Dia bilang, kalo gitu aja kalian bisa, berarti gunung Manglayang bisa lah.. Oke oke, itu bisa jadi next destination kita J

Nb : Oh iya lupa, di atas tadi, kita juga nepatin janji kita sama kakanda. Kita teriak loh nama nama kakanda di puncak sana, terus kita teriak RINJANI!! Semoga aja ya, who knows? Oh iya, oknum p juga nyebut nama artis, teriak sendirian lagi. Pasti kakanda seneng haha 😀

from left : busyro, aris, puput, nuyul, ami, dan kiki (me)

Advertisements

Author: Rizky Udhiyah >>> Life Puzzle

Indonesian | Bekasi | passionate about cooking especially sweet food, traveling, reading and watching | breads and banana lovers | dreaming to bring Indonesian traditional snacks to the world | dreaming, doing & believing | Try telling stories and sharing through a particle of ink that bundled in this blog. Please, enjoy it! Follow, comment, and let's blogging... :D

2 thoughts on “Dahsyatnya Mendaki Gunung Geulis”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s